UMP Pilihanku

Dewa baru saja lulus SMA dan berencana melanjutkan ke perguruan tinggi. Dia bingung karena dihadapkan dengan pesan kedua orang tuanya, “Kuliahnya jangan jauh-jauh ya, biar bapak dan ibu ada temannya”, begitu kata bapaknya tempo hari.

Dewa yang lahir di Purwokerto, Jawa Tengah, dan merupakan anak satu-satunya selalu teringat dengan pesan itu.

Di sekolah, nilai akademik Dewa tidak bagus-bagus amat tapi juga tidak jelek. Bisa dibilang ada ditengah-tengah, tapi juga di atas rata-rata teman sekelasnya. Mata pelajaran yang masuk kategori hapalan, nilainya pas-pasan. Tapi sebaliknya, di mata pelajaran yang menggunakan logika seperti matematika, nilai Dewa memuaskan.

Di suatu siang, saat cuaca sedang panas-panasnya, Dewa tiba-tiba teringat lagi pesan bapaknya. Lalu dengan cepat dia mengambil gawai dari sakunya, dan mencari aplikasi peramban bernama Chrome.

Dia mengetik sesuatu di halaman pencarian. “Daftar universitas di Purwokerto”. Seketika tampil daftar hasil pencarian di halaman utama Google.

Di situ berjajar logo universitas atau sekolah tinggi yang ada di Purwokerto. Dewa mulai menggeser telunjuk di layar sentuh gawainya. Mencari informasi yang mungkin bisa dijadikan referensi untuk pilihan perguruan tinggi yang akan dimasukinya.

Bapaknya tidak mempermasalahkan Dewa mau kuliah di universitas negeri ataupun swasta. Dewa juga tidak sesemangat teman-temannya yang begitu antusias mengikuti SBMPTN. Berarti, fokusnya saat ini adalah mencari universitas swasta yang tidak jauh dengan tempat tinggalnya.

Kembali ke hasil pencarian di layar gawainya, Dewa masih mencari sesuatu dari tumpukan informasi yang ada dihadapannya. Dia membuka salah satu website yang ada di hasil pencarian, Wikipedia, berisi daftar universitas swasta yang ada di Purwokerto. Informasinya cukup lengkap, Dewa memilih dan membuka website salah satu universitas yang ada di daftar tersebut.

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Universitas Muhammadiyah Purwokerto”, begitu tulisan yang pertama kali terbaca oleh Dewa, “Unggul Modern Islami”, lanjut Dewa membaca tulisan kecil di bawah tulisan pertama tadi.

Dia mulai menggeser telunjuk di layar sentuh gawainya dan berhenti sejenak. Di situ tampak profil singkat universitas, “Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) merupakan perguruan tinggi swasta terbesar di Jawa Tengah bagian barat, yang terakreditasi B. UMP menempati peringkat ke 2 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) terbaik di Jawa Tengah, dan peringkat ke 6 di Indonesia”.

Sambil terus membaca, Dewa mulai terkagum, “bagus juga kampus UMP ini”, katanya di dalam hati.

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Rasa penasaran Dewa terus bertambah, dia lalu mencari informasi daftar jurusan yang ada di kampus UMP. Senyum simpul terlihat dari wajahnya, “Wah, jurusan Teknik Informatika ada ternyata”, gumamnya.

Sejak masih sekolah Dewa memang hobi mengotak-atik komputer, bahkan teman-temannya sering meminta bantuannya kalau komputer mereka ada masalah. Dewa akhirnya mengikuti saran dari guru BK di sekolahnya dulu untuk memilih jurusan Teknik Informatika karena hobinya yang ada di komputer.

Dewa memasukkan kembali gawai yang dipegang ke sakunya. Sejenak dia menimbang dengan yakin akan keputusannya. Dia beranjak dari duduknya, dan dengan mantap melangkah masuk ke dalam rumah.

Esoknya, selepas sarapan pagi, Dewa mengobrol dengan bapaknya mengenai universitas swasta pilihannya.

Jadi, kamu sudah ada pilihan mau kuliah dimana?”, bapaknya memulai percakapan, “Kalau bapak sih tidak masalah kamu mau pilih kampus manapun, yang penting dekat dengan rumah”, lanjutnya.

Iya pak, sudah ada”, Dewa langsung menimpali dan dengan mantap menjawab, “UMP Pilihanku”.