Kehabisan Kuota Internet dan Tontonan yang Menghibur

Sore itu, Bandung masih dingin dan basah karena seharian diguyur hujan. Dewa yang sedari siang sudah tak punya kegiatan, cuma bisa bengong dan melamun sambil menggerutu, “Masa kuota internet sudah habis lagi”, gumamnya.

Dewa berlangganan paket internet dari salah satu provider internet di negeri ini untuk kebutuhan sehari-hari. Jatahnya cuma 1 GB tiap harinya. Tapi sore itu, belum juga genap 1 hari sudah habis. Ini bukan kali pertama Dewa mengalami kejadian ini. Maka pantas saja jika hari belum gelap tapi kuota internet sudah habis bisa merubah mood Dewa sore itu.

Kejadian seperti Dewa diatas tentu menjadi kejadian yang sudah umum di era digital sekarang. Kuota internet menjadi suatu kebutuhan paling dasar yang harus terpenuhi oleh generasi milenial. Dan sebagaimana kebutuhan, tentu akan jadi kondisi yang tak biasa jika tidak terpenuhi.

Akhirnya Dewa duduk di sofa ruang tengah dan mengambil remote yang tergeletak di meja kecil di samping sofa tersebut. Dia arahkan ke depan dan menekan salah satu tombol berwarna merah. Sebuah layar besar persegi panjang menyala diiringi suara yang cukup familiar di telinga. “Masak aer biar mateng”, Dewa dengan cepat menekan tombol yang sepertinya berfungsi untuk menurunkan volume suara yang ada di layar besar tersebut. Dari sayup-sayup terdengar suara gelak tawa penonton dari acara yang sedang tayang.

Tak puas, Dewa menekan kembali tombol remote yang ada di tangannya secara berkala dengan jeda sekitar 3-4 detik. Dewa sepertinya mencari sesuatu yang dapat menghilangkan kebosanannya karena habis kuota internet. Tapi sesuatu tersebut tak bisa Dewa temukan di layar besar yang sedari tadi dia pandangi.

Dewa menekan tombol merah lagi di remote yang ada di tangannya. Layar besar yang tadinya terang benderang, seketika padam. Hening.

Terdengar dari luar suara gemericik air yang jatuh tak beraturan, sepertinya hujan mulai turun kembali.

Lengkap sudah penderitaan Dewa sore itu, sudah habis kuota internet, tak ada hiburan yang menarik pula untuk dia tonton.

Memang sudah jadi kodratnya manusia jika jenuh akan suatu keadaan, lalu mencari hiburan untuk sekadar menghilangkan kebosanan. Tapi tidak di eranya generasi milenial. Hampir semua saluran hiburan yang biasa Dewa konsumsi, harus menggunakan internet untuk mengaksesnya. Ketiadaan akses internet bagi generasi milenial bagaikan mimpi buruk. Tingkat ketergantungan internet sudah menjadi candu yang sulit diobati.

Lalu apa solusi untuk permasalahan yang dihadapi oleh Dewa seperti cerita diatas? Jawabannya adalah dengan berlangganan layanan TV kabel. Jika melihat masalah yang Dewa hadapi, TV kabel bisa menjadi satu solusi dikala acara yang ada di TV sudah tak menarik lagi. Layanan TV kabel memberikan saluran hiburan yang beragam dan tidak itu-itu saja selayaknya acara TV di negara kita.

Terus bagaimana dengan solusi untuk masalah Dewa yang seringkali kehabisan kuota? Jawabannya adalah dengan memasang layanan internet di rumah. Dewa harus memisahkan antara akses internet yang ada di smartphone dengan akses internet yang ada di rumah. Jadi dengan begitu, kuota internet yang ada di smartphone Dewa bisa awet, karena jika dia sedang tidak diluar bisa menggunakan layanan internet yang ada di rumahnya menggunakan wifi.

Kalau misal Dewa harus berlangganan dua layanan tersebut berarti boros dong? Pastinya tidak. Karena sekarang sudah ada layanan TV kabel dan internet sekaligus. Jadi Dewa cukup berlangganan satu layanan tersebut dan kebutuhan akan internet dan hiburannya bisa terpenuhi. Dewa tidak perlu lagi khawatir akan kehabisan kuota internet dan tontonan yang menghibur.

Layanan TV Kabel dan Internet